Bukan Cuma Teori: Kompetensi yang Dicari Industri Migas dan Cara UPER Membekalinya

Ingin menyiapkan diri untuk karier di sektor energi? Kenali Universitas Pertamina dan cara kampus ini mempertemukan mahasiswa dengan dunia kerja yang sebenarnya.

Industri minyak dan gas bumi tidak hanya mencari lulusan yang pandai secara teknis. Perusahaan juga membutuhkan orang yang tanggap terhadap kondisi lapangan dan berani mengambil keputusan di situasi nyata. Kebutuhan tenaganya pun terus naik. Kementerian ESDM mencatat kebutuhan personel pengeboran bertambah dari 1.251 orang pada 2021 menjadi 1.832 orang pada 2025. Kenaikan ini menunjukkan pentingnya menyiapkan mahasiswa sebelum mereka memasuki dunia kerja sektor energi.

Special Lecture #3 sebagai Jawaban

Program Studi Teknik Geologi Universitas Pertamina (UPER) menjawab kebutuhan tersebut lewat Special Lecture #3 bertema “Real-World Leadership in Oil & Gas: Lessons from the Field at Murphy”. Acara digelar pada Jumat, 25 September 2026, di Auditorium Griya Legita Universitas Pertamina.

Pembicaranya adalah Ir. Yusak Setiawan, M.Sc., Country Manager Tately. Sebanyak 116 peserta hadir, yaitu mahasiswa Teknik Geologi, Teknik Geofisika, Teknik Kimia, dan Teknik Perminyakan, serta peserta umum. Pesertanya lintas jurusan karena pekerjaan di sektor migas memang melibatkan banyak disiplin sekaligus.

Empat Kompetensi yang Disorot

Dari pengalaman operasional yang dibagikan Ir. Yusak, ada empat kompetensi yang terlihat menonjol bagi calon pekerja industri migas.

1. Memahami kondisi lapangan. Praktik di lapangan sering berbeda dari yang tertulis di buku. Mahasiswa perlu terbiasa membaca situasi nyata sejak dini.

2. Berpikir kritis. Tantangan operasional jarang punya jawaban tunggal. Kemampuan menganalisis sebelum bertindak menjadi pembeda.

3. Mengambil keputusan. Proses pengambilan keputusan di lingkungan kerja migas menuntut keberanian sekaligus pertimbangan matang.

4. Beradaptasi. Dinamika pekerjaan terus berubah, sehingga kemampuan menyesuaikan diri sama berharganya dengan keahlian teknis.

Menurut Ir. Yusak, setiap pengalaman di lapangan merupakan bagian dari proses belajar. Pengalaman itu membentuk cara berpikir, memperluas wawasan, dan menyiapkan mahasiswa menghadapi dinamika serta kebutuhan industri minyak dan gas.

Menjembatani Kelas dan Industri

Kehadiran praktisi membantu mahasiswa menghubungkan materi kuliah dengan kebutuhan industri. Konsep yang dipelajari di ruang kelas menjadi lebih mudah dipahami ketika dilihat dari pengalaman orang yang menjalaninya sehari-hari. Bagi mahasiswa dari berbagai program studi, wawasan ini menjadi bekal menghadapi lingkungan kerja yang dinamis dan menuntut kolaborasi multidisiplin.

Pembelajaran bersama praktisi seperti ini membuat kuliah terasa lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan sektor energi.

Sejalan dengan SDGs dan Asta Cita

Kegiatan ini berkontribusi pada SDG 8 melalui penguatan wawasan dan kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja. Upaya ini juga selaras dengan Asta Cita ke-4 yang menekankan pembangunan sumber daya manusia berkualitas dan peningkatan mutu pendidikan.

Sebagai bagian dari semangat UPER Berdampak, Special Lecture #3 menunjukkan komitmen kampus menghadirkan pendidikan yang relevan, aplikatif, dan terhubung dengan kebutuhan industri. Kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi diharapkan melahirkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap berkontribusi bagi sektor energi Indonesia.

Saatnya Menyiapkan Dirimu

Memilih kampus yang rutin mendekatkan mahasiswa dengan praktisi akan membuat transisi dari bangku kuliah ke dunia kerja terasa lebih siap. Jika kamu tertarik berkarier di bidang energi, mulailah langkahmu melalui Pendaftaran Universitas Pertamina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *